KH. Abdullah Syafi'i nama lengkapnya, beliau seorang ulama yang selalu lantang bicara kebenaran meski dihadapan penguasa sekalipun.
Di era Gubernur Ali Sadikin, Kyai Dulah panggilan Beliau menentang keras program Pemprov DKI yang disinyalir merupakan bentuk perjudian. Kyai Dulah memobilisasi santri dan juga mengkonsolidasikan ulama-ulama di Jakarta untuk menentang keras kebijakan tersebut. Gubernur Ali Sadikin yang dikenal tegas dan garang (karena latar belakangnya yang seorang militer) pun dibuat takluk oleh Kyai Dulah.
Selain berjuang lewat pendidikan dengan mendirikan Madrasah Ibtidaiyah Islamiyyah, yang kemudian berkembang menjadi Perguruan Asysyafiiyah dan kini telah memiliki puluhan lembaga pendidikan dari tingkat TK hingga perguruan tinggi.
Kyai Dulah mempelopori dakwah melalui media Radio, beliau mendirikan Radio Asysyafiiyah Jakarta pada tahun 1967, yang kini semakin bertambah dengan berdirinya radio RAS FM Jakarta pada tahun 1995 dan belakangan berdiri Radio SPAFM di Pulo Air, Sukabumi serta siaran TV komunitas Assalam.
Melalui Radio yang dirintisnya, syi'ar Islam dikumandangkan ke seluruh pelosok Jakarta. Taklim-taklim Kyai Dulah yang disiarkan melalui Radio tidak jarang berisi kritik keras kepada pemerintah baik Pemprov DKI maupun rezim orde baru kala itu.
Melalui Radio ini pula rutin dikumandangkan sebuah Sholawat yang familiar di telingan warga Jakarta di tahun 70an hingga akhir tahun 90an. Sholawat "Betawiyin" atau Sholawat "Asygil" atau Sholawat "Min Dzalimin". Sholawat yang mengungkapkan kepasrahan ummat atas kezaliman penguasa kala itu sekaligus do'a agar diselamatkan dari kezaliman.
Diantara anak keturunan Kyai Dulah banyak yang meneruskan jejak beliau sebagai ulama, diantaranya Alm. Hj. Tuti yang bisa disebut sebagai Alawiyah pelopor Majelis Taklim kaum Ibu dan adapula KH. Abdurrasyid yang kini memimpin Perguruan Asysyafiiyah. Kyai Abdurrasyid termasuk ulama sepuh yang hingga saat ini tidak pernah absen dalam membela kepentingan ummat dan juga mewarisi sikap lantang seperti Ayahandanya.
