Tuesday, 14 February 2017

Pilkada Jakarta Pilih Siapa?



Saya bisa bicara panjang lebar soal Pilkada Jakarta, tentang kelebihan dan kekurangan masing-masing Paslon. Saya bukan tipekal penikmat berita, apalagi yang bersumber dari media mainstream, bukan pula tipe manusia post modern, pengagum citra diatas realita, kesan diatas pesan.

Jadi tidak perlu bersusah payah untuk meyakinkan Saya tentang prestasi si Anu atau si Dia dengan memberi kliping atau tautan media. Saya terbiasa mencari informasi dari sumber berita terdekat secara langsung, dari kedua belah pihak baik yang pro maupun yang kontra, berdiskusi dengan mereka. Kemudian menimbangnya dengan nalar dan rasa sebelum memutuskan setuju atau tidak.

Namun sebagai "recehan", Dalam Pilkada DKI kali ini Saya memilih dan mengajak kawan-kawan untuk mengikuti ijtihad politik para Ulama. Karena faktanya, ulama tengah menggalang sebuah gerakan kesadaran politik ummat yang sangat massif saat ini melalui Aksi Bela Islam hingga jilid keempat Sabtu (11/2) lalu.

Maka kita harus menjadi bagian dari gerakan yang sungguh langka ini, dimana sejak penghujung orde lama, kemudian 32 tahun orde baru hingga 18 tahun reformasi ummat Islam hanya menjadi objek politik "orang lain".

Ulama yang mana yang harus diikuti?

Karena menyangkut soal ke-Jakartaan, Saya sarankan ikut ulama yang menguasai isu ke-jakarta-an dengan fasih. Memiliki keterikatan sejarah dan nasab yang tersambung kepada para Ulama Jakarta terdahulu.

Bukan hanya suyukh kafaah syar'inya, ramai majelis ilmunya tetapi juga seorang muharik yang konsisten dengan isu pembelaan terhadap kemaslahatan ummat Islam khususnya ummat Islam di Jakarta.

Saya pribadi memilih mengikuti ijtihad Politik Gurunda Kyai Abdurrasyid Abdullah Syafi'i memilih pasangan Anies-Sandi menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI.

Menurut hemat Saya, Kyai Abdurrasyid memenuhi kriteria yang Saya sebutkan diatas. Saya yakin melihat track record Beliau apabila Anies-Sandi menang sekalipun, sikap Kyai Abdurrasyid tidak akan berubah, beliau akan tetap kritis dan tegas membela ummat. Sikap yang diwarisi Beliau dari Ayahandanya Alm. Kyai Abdullah Syafi'i.

Kalaupun ada kawan yang mengikuti Ulama lain yang berijtihad berbeda, bukan masalah, mari tetap jaga ukhuwah. Karena dalam ijtihad, benar maupun salah tetap mendapat pahala di sisi Allah SWT.
Kenapa tidak memutuskan pilihan sendiri?

Jika memutuskan pilihan sendiri, pertama belum tentu kita mampu memutuskan dengan pikiran dan hati yang jernih ditengah maraknya fitnah dan propaganda.

Kedua, kita kehilangan kesempatan mendapat pahala berjamaah dan keberkahan ittiba' pada ulama yang notabene pewaris para Nabi.

Wallohu 'Alam

Kebon Jeruk, 14 Februari 2017


Kontak

Tetap terhubung dengan Saya


Alamat Rumah

Jl. Kramat, No.42, Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur 13810

Nomor Ponsel

+(62) 838 1365 1836

Website

www.sulaemansaleh.my.id