Abi dan bunda Lagi kuat-kuatan lobby sama bocah ini, udah 2 bulan minta beliin "sepatu oda", sepatu roda memang lagi hits dikalangan anak-anak disamping baju duyung-duyungan yang gak jelas modelnya itu. Bangun tidur, mau tidur, saat Abi pulang atau keluar rumah sepatu oda terus yang dibahas si Kakak.
Si Kakak tipekal anak dengan keinginan yang kuat, dan nggak gampang lupaan. Hebatnya, meski demikian si Kakak bukan tipe yang suka ngerengek apalagi sampe tantrum jika menginginkan sesuatu.
Kakak biasanya memilih melobby Abi dan bunda agar permintaannya
diluluskan. Misal dengan menawarkan seluruh celengan-nya atau
janji-janji jadi anak baik, menyampaikan berbagai alasan yang meyakinkan
yang sering diluar dugaan. Kadang bisa juga Abi atau bunda terjebak
dengan permainan kata-katanya, lebih sering sih Abi.
Entah menurun dari siapa, sejak usia 1 tahunan sudah kelihatan bakatnya sebagai negosiator cilik. Abi dan bunda sepakat mendidik Kakak agar tidak tumbuh menjadi anak manja dan egois (terlebih setelah punya adik) dengan cara tidak mudah menuruti segala permintaannya. Kami biasanya menolak dan menawarkan opsi pengganti yang dirasa lebih tepat.
Misal soal sepatu roda, bunda menolak dengan alasan safety karena anak-anak sekitar rumah Kami main sepatu roda di jalan yang banyak sepeda motor lalu lalang tanpa pengawasan. Sedangkan Abi, menolak dengan alasan ekonomis, harga yang lumayan dan perkiraan trend-nya akan segera berakhir.
Sebagai pengganti, Abi dan Bunda menawarkan sepeda roda 2 , mengingat sepeda roda tiga Kakak sudah mulai ditumpangi si Abang (panggilan untuk adiknya) dan main sepedanya nanti bisa sambil jalan-jalan pagi atau sore bareng Abi dan bunda.
Kita lihat saja, siapa yang lebih kuat lobby-nya. Meskipun nampaknya Abi mulai goyah juga.
Entah menurun dari siapa, sejak usia 1 tahunan sudah kelihatan bakatnya sebagai negosiator cilik. Abi dan bunda sepakat mendidik Kakak agar tidak tumbuh menjadi anak manja dan egois (terlebih setelah punya adik) dengan cara tidak mudah menuruti segala permintaannya. Kami biasanya menolak dan menawarkan opsi pengganti yang dirasa lebih tepat.
Misal soal sepatu roda, bunda menolak dengan alasan safety karena anak-anak sekitar rumah Kami main sepatu roda di jalan yang banyak sepeda motor lalu lalang tanpa pengawasan. Sedangkan Abi, menolak dengan alasan ekonomis, harga yang lumayan dan perkiraan trend-nya akan segera berakhir.
Sebagai pengganti, Abi dan Bunda menawarkan sepeda roda 2 , mengingat sepeda roda tiga Kakak sudah mulai ditumpangi si Abang (panggilan untuk adiknya) dan main sepedanya nanti bisa sambil jalan-jalan pagi atau sore bareng Abi dan bunda.
Kita lihat saja, siapa yang lebih kuat lobby-nya. Meskipun nampaknya Abi mulai goyah juga.
