Preferensi politik Kita seringkali disebabkan oleh ketidaksukaan Kita pada seseorang. Begitupula sebaliknya, ketidaksukaan Kita pada seseorang seringkali disebabkan oleh preferensi politik Kita.
Padahal politik bukan semata soal "Like or Dislike" atau Soal "Haters or Lovers", politik tidak sehitam-putih itu.
Dalam Pilkada DKI kemarin misalnya, Saya amati banyak kawan-kawan aktifis "serong kiri" hingga "kiri mentok" yang tidak mendukung petahana. Begitupula kawan-kawan aktifis "mencong kanan" hingga "kanan abis" tidak semuanya juga ada di kubu Paslon tiga. Dan tidak sedikit pula kawan-kawan yang memilih berada diluar pusaran.
Ini yang
dimaksud dengan "kesadaran" politik, berpolitik dengan sadar, tidak
pingsan. Bukan politik "mabok genjer". Berhalusinasi akut bahwa pilihan
politik nya yang paling benar, paling hebat, paling jujur, dan
paling-paling lainnya.
Berkhayal bahwa setiap orang yang tidak mendukung pilihannya adalah "Haters" adalah tindakan "Haters" itu sendiri. Yuk bangun, mandi dan jalan-jalan agar dunia tidak hanya selebar layar gadget.
Berkhayal bahwa setiap orang yang tidak mendukung pilihannya adalah "Haters" adalah tindakan "Haters" itu sendiri. Yuk bangun, mandi dan jalan-jalan agar dunia tidak hanya selebar layar gadget.
