Perkembangan industri grafika kini telah memasuki babak baru, yaitu tren grafika digital. Perkembangan ini ditandai dengan pertumbuhan industri grafika digital yang cukup pesat seiring dengan kecenderungan konsumen yang lebih memilih teknologi cetak digital daripada teknologi konvensional untuk memenuhi kebutuhannya akan barang cetakan. Tren grafika digital ini dikenal pula dengan merebaknya istilah Print On Demand (POD) dikalangan pelaku industri grafika yang berarti teknologi cetak yang mampu mencetak berdasarkan pada permintaan atau kebutuhan pelanggan saja. POD itu sendiri merupakan salah satu keunggulan yang menjadi ciri khas dari teknologi cetak digital.
Dalam buku Handbook of Print Media karya Helmutt Kipphan teknologi cetak digital itu sendiri memiliki nama lain yaitu teknologi Non Impact Printing (NIP).
Pengertian Teknologi Non Impact Printing (NIP)
Di dalam bab kelima buku Handbook of Print Media karya Helmutt
Kipphan, disebutkan bahwa yang dimaksud dengan teknologi NIP ialah teknologi cetak tanpa acuan ‘printing technologies without a printing plate’ , atau dikenal dengan istilah masterless. Yang dimaksud dengan kata “tanpa acuan” di sini bukanlah berarti tanpa acuan sama sekali, karena tanpa adanya acuan maka suatu proses cetak tidak dapat disebut sebagai proses cetak, karena sebagaimana diketahui bahwa pengertian umum dari proses cetak ialah perpindahan gambar dari acuan cetak ke bahan cetak. Yang dimaksud dari pengertian NIP yang sesungguhnya ialah teknologi cetak yang tidak memerlukan acuan cetak permanen ‘do not require a solid printing plate (master)’, sebagaimana yang ada pada teknik cetak konvensional seperti teknik cetak offset, cetak saring, cetak dalam, dsb.
Pada teknologi NIP, acuan cetak yang digunakan bersifat sementara yaitu hanya pada saat perpindahan gambar berlangsung. Teknologi ini menggunakan media perantara yang mampu menghantarkan informasi digital yang akan membentuk gambar pada acuan cetak sementara yang dikendalikan sepenuhnya secara elektronis melalui komputer.
Karakteristik Teknologi NIP
Dengan adanya teknologi NIP industri grafika memperoleh berbagai kemudahan yang selama ini tidak diperoleh dari teknologi cetak konvensional, teknologi NIP memiliki karakteristik sebagai berikut:
- tidak memerlukan separasi film,
- hanya membutuhkan satu acuan cetak sementara untuk pencetakan multiwarna sekalipun, berupa drum cylinder, belt, atau photoreceptor,
- biaya yang dikeluarkan bersifat relatif seragam baik banyak atau sedikitnya oplah,
- mampu mencetak data yang bersifat personal atau berbeda untuk tiap orang dalam lembar yang berbeda atau dikenal dengan istilah VDP (Variabel Data Printing),
- dapat digunakan untuk mencetak proof secara lebih efisien,
- ukuran mesin yang lebih kecil, sehingga tidak membutuhkan ruangan yang begitu luas,
- pengeringan tinta atau toner berlangsung lebih cepat.
Keunggulan Teknologi NIP
Apabila dibandingkan dengan teknologi cetak konvensional, teknologi NIP memiliki keunggulan- keunggulan sebagai berikut.
- Kemampuan/ ketahanan cetak, lebih baik menggunakan teknologi digital dibandingkan teknologi konvensional, teknologi digital dapat meningkatkan efektifitas pekerjaan dan efisiensi waktu. Dimana semua pekerjaan di tuntut serba cepat dan tepat waktu. Mesin cetak digital mampu menangani order cetakan yang dituntut kualitas, kecepatan dan ketepatan waktu, serta tanpa dibatasi minimum order.
- Kemampuan produksi dan kecepatan dalam produksi. Sektor produksi yang berkembang cepat menuntut juga tersedianya produk tercetak yang cepat dan bahkan harus dapat dicetak dalam hitungan jam bahkan ditunggu saat itu juga (Print On Demand). Dengan menggunakan teknologi digital maka perusahaan tersebut dapat meningkatkan produktivitas tanpa meninggalkan teknologi konvensional.
- Biaya investasi / penanaman modal, insan percetakan yang melakukan investasi pada mesin cetak yang menggunakan teknologi digital tidak membutuhkan modal yang begitu besar, dengan pencapaian modal kembali (Break Event Point) yang relative lebih singkat.
- Kualifikasi/ persyaratan untuk menjadi seorang operator mesin cetak digital tidak terlalu sulit, minimal mereka mengusai software-software grafis, karena semua dijalankan secara digital sehingga permasalahan yang mungkin timbul pada saat pencetakan pun relatif lebih sedikit.
- Hampir seluruh jenis percetakan seperti, majalah, buku, newsletter, brosur dan lain lain dapat dikerjakan menggunakan mesin cetak digital, dengan uraian sebagai berikut:
- File asli, data asli/ yang digunakan menggunakan data digital dengan format PDF atau PS,
- Substrate/ media cetak, dapat menggunakan jenis bahan seperti art carton, art paper, HVS, glossy, fancy, maupun diatas polivinyl. Ukuran cetak dari A5-A3 untuk cetak buku dan majalah dan cetak poster dari ukuran 1,5 m– 5 m,
- Kualitas cetak, mampu mencapai kualitas hasil cetakan, yang diinginkan, misal cetakan yang tajam dan fokus (high quality),
- Oplah cetak, sesuai dengan oplah cetakan yang dipesan oleh pelanggan, teknologi ini ditujukan untuk kebutuhan POD, dan digunakan untuk produksi dalam jumlah oplag yang sedikit dengan kisaran 1-1000 eksemplar,
- Batas waktu, jadwal waktu penyelesaian cetak yang hanya dengan
- hitungan jam selesai, karena mencetak order-order yang mendesak saja,
- Harga per halaman cetak untuk oplah yang sedikit sangat menguntungkan
- karena adanya efisiensi biaya film dan pembuatan acuan cetak.
- Keuntungan yang diperoleh, berlipat karena proses lebih cepat, mencetak sesuai jumlah yang diinginkan, waktu persiapan lebih cepat, kemudahan dalam mengatur warna dan density cetakan, mudah dalam pendistribusian data, dan memiliki spesifikasi khusus setiap lembarnya.
- Kepuasan pelanggan yang merupakan tujuan dari seluruh percetakan terpenuhi.