Saat ini kampus PNJ sedang sibuk menyelenggarakan penerimaan mahasiswa
baru. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini PNJ membuka
penerimaan mahasiswa baru melalui tiga jalur, selain melalui JSP (Jalur
seleksi Prestasi) dan UMPN (Ujian Masuk Politeknik Negeri) ada pula UBer
(Ujian Bersama) yang diselenggarakan bekerjasama dengan Program DIII
Vokasi UI. Melalui tiga jalur penerimaan ini berarti kesempatan semakin
terbuka lebar sehingga diharapkan antusiasme calon mahasiswa baru untuk
masuk Poltek pun semakin besar. Dua jalur telah seleai diselenggarakan
yakni JSP dan Uber, kini tinggallah menantikan calon mahasiswa baru yang
berjuang untuk masuk Poltek melalui jalur UMPN, tentulah bukan
perjuangan yang mudah sebab persaingan akan semakin ketat akibat
sebagian besar bangku kuliah telah terisi oleh mereka yang mengikuti dua
jalur penerimaan sebelumnya.
Setelah mengikuti UMPN maka tahapan yang harus diikuti selanjutnya ialah registrasi ulang dan pemeriksaan kesehatan setelah itu KPSPP (Kegiatan Pengenalan Sistem Pendidikan Politeknik) menanti mereka. KPSPP merupakan program yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa baru bahkan menjadi salah satu syarat untuk lulus dan mendapatkan ijazah Politeknik tiga tahun mendatang. KPSPP biasanya berisikan serangkaian kegiatan mulai dari lari pagi, senam bersama, baris berbaris, mendengarkan berbagai pengarahan perihal peraturan dan sistem pendidikan di Politeknik, dan ditambah outbond diakhir kegiatan. Singkat cerita KPSPP bertujuan membentuk karakter mahasiswa yang disiplin terhadap peraturan pendidikan di Politeknik. Tidak salah memang, namun apakah KPSPP saja cukup?
Nyatanya saya pernah mendapatkan sebuah keluhan dari seorang Dosen, ketika banyak mahasiswa semester satu yang tidak peduli terhadap dirinya sendiri padahal mereka terancam Drop Out karena masalah nilai dan absensi ;
“Koq mahasiswa sekarang begini ya, sama dirinya sendiri saja tidak peduli, memangnya tidak pernah diajari tentang peraturan di KPSPP?”
Saya pun menjawab dengan kalimat “Motivasi mereka untuk kuliah belum terbangun”.
Telah kita ketahui bersama dari masa ke masa bahwa kebanyakan mahasiswa yang masuk PNJ adalah mereka yang telah gagal mencoba berbagai cara untuk masuk Perguruan tinggi Negeri (Universitas) baik melalui UMB, SNMPTN, SIMAK UI, maupun Ujian Mandiri lainnya yang diselenggarakan oleh berbagai Universitas Negeri. Akhirnya PNJ pun menjadi pilihan yang dirasa tepat untuk mengakhiri kegagalan mereka sebelumnya. Akibatnya, banyak yang diantara mereka yang menjadikan PNJ menjadi tempat pelarian dengan alasan “Daripada Nggak Kuliah” atau “Sementara Aja Masuk Poltek, Tahun Depan Ikut Ujian Lagi”, dan lain sebagainya. Yang lebih parah, masalah ini menyebabkan pemilihan jurusan dan program studi yang mereka ambil di Poltek pun menjadi sekedar coba-coba bahkan mungkin ada diantara mereka yang tidak mengetahui sama sekali program studi apa yang sebenarnya mereka ambil, jadi wajar bila kemudian kita mendengar istilah “Salah Jurusan”, “Kecemplung”, dan lain sebagainya.
Ada pepatah yang menyebutkan “Gagal Ketika Memulai Sama Saja Dengan Memulai sebuah Kegagalan”. Dalam balap lari, 90% faktor penentu kemenangan seorang atlet ialah sukses tidaknya Ia ketika memulai start. Lalu bagaimana caranya agar mereka (mahasiswa baru) dapat meraih kesuksesan dalam ketika menjalani masa kuliahnya di PNJ dan tentunya sukses meraih apa yang mereka cita-citakan di masa yang akan datang? Jawabnya ialah, mengubah cara pandang mereka ketika memulai, kemudian motivasi mereka untuk berkuliah pun akan terbangun.
Setelah mengikuti UMPN maka tahapan yang harus diikuti selanjutnya ialah registrasi ulang dan pemeriksaan kesehatan setelah itu KPSPP (Kegiatan Pengenalan Sistem Pendidikan Politeknik) menanti mereka. KPSPP merupakan program yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa baru bahkan menjadi salah satu syarat untuk lulus dan mendapatkan ijazah Politeknik tiga tahun mendatang. KPSPP biasanya berisikan serangkaian kegiatan mulai dari lari pagi, senam bersama, baris berbaris, mendengarkan berbagai pengarahan perihal peraturan dan sistem pendidikan di Politeknik, dan ditambah outbond diakhir kegiatan. Singkat cerita KPSPP bertujuan membentuk karakter mahasiswa yang disiplin terhadap peraturan pendidikan di Politeknik. Tidak salah memang, namun apakah KPSPP saja cukup?
Nyatanya saya pernah mendapatkan sebuah keluhan dari seorang Dosen, ketika banyak mahasiswa semester satu yang tidak peduli terhadap dirinya sendiri padahal mereka terancam Drop Out karena masalah nilai dan absensi ;
“Koq mahasiswa sekarang begini ya, sama dirinya sendiri saja tidak peduli, memangnya tidak pernah diajari tentang peraturan di KPSPP?”
Saya pun menjawab dengan kalimat “Motivasi mereka untuk kuliah belum terbangun”.
Telah kita ketahui bersama dari masa ke masa bahwa kebanyakan mahasiswa yang masuk PNJ adalah mereka yang telah gagal mencoba berbagai cara untuk masuk Perguruan tinggi Negeri (Universitas) baik melalui UMB, SNMPTN, SIMAK UI, maupun Ujian Mandiri lainnya yang diselenggarakan oleh berbagai Universitas Negeri. Akhirnya PNJ pun menjadi pilihan yang dirasa tepat untuk mengakhiri kegagalan mereka sebelumnya. Akibatnya, banyak yang diantara mereka yang menjadikan PNJ menjadi tempat pelarian dengan alasan “Daripada Nggak Kuliah” atau “Sementara Aja Masuk Poltek, Tahun Depan Ikut Ujian Lagi”, dan lain sebagainya. Yang lebih parah, masalah ini menyebabkan pemilihan jurusan dan program studi yang mereka ambil di Poltek pun menjadi sekedar coba-coba bahkan mungkin ada diantara mereka yang tidak mengetahui sama sekali program studi apa yang sebenarnya mereka ambil, jadi wajar bila kemudian kita mendengar istilah “Salah Jurusan”, “Kecemplung”, dan lain sebagainya.
Ada pepatah yang menyebutkan “Gagal Ketika Memulai Sama Saja Dengan Memulai sebuah Kegagalan”. Dalam balap lari, 90% faktor penentu kemenangan seorang atlet ialah sukses tidaknya Ia ketika memulai start. Lalu bagaimana caranya agar mereka (mahasiswa baru) dapat meraih kesuksesan dalam ketika menjalani masa kuliahnya di PNJ dan tentunya sukses meraih apa yang mereka cita-citakan di masa yang akan datang? Jawabnya ialah, mengubah cara pandang mereka ketika memulai, kemudian motivasi mereka untuk berkuliah pun akan terbangun.
Sulaeman Saleh
Depok, 28 Juli 2009