Tidak ada keharusan menshalatkan jenazah mesti didalam masjid. Di zaman Baginda Rasulullah SAW ada tempat khusus di sisi timur bagian luar masjid Nabawi tempat dishalatkannya jenazah.
Meskipun demikian tidak dilarang pula menshalatkan jenazah didalam masjid semisal jenazah sahabat Sa'ad bin Abi Waqash R.A disholatkan didalam masjid Nabawi sebagaimana telah dicontohkan oleh Baginda Rasulullah SAW tatkala menshalatkan jenazah sahabat Suhail bin Baidho & saudaranya R.A.
Dicontohkan pula oleh Baginda Rasulullah SAW menshalatkan jenazah di
lapangan, tatkala raja najasyi wafat, Beliau SAW memimpin shalat ghoib
di lapangan.
Tidak mengapa pula menshalatkan jenazah di rumah sebagaimana Baginda Rasulullah SAW menshalatkan jenazah putra dari sahabat Abu Tolhah R.A
Yang Saya amati kebanyakan orang Sholih, para Ulama, Kyai ketika wafat lebih banyak yang dishalatkan di rumah ketimbang di masjid. Biasanya berduyun-duyun orang menshalatkan hingga beberapa kloter di rumah, ditempat yang sama ketika jenazah dikafankan sebelumnya.
Tidak mengapa pula menshalatkan jenazah di rumah sebagaimana Baginda Rasulullah SAW menshalatkan jenazah putra dari sahabat Abu Tolhah R.A
Yang Saya amati kebanyakan orang Sholih, para Ulama, Kyai ketika wafat lebih banyak yang dishalatkan di rumah ketimbang di masjid. Biasanya berduyun-duyun orang menshalatkan hingga beberapa kloter di rumah, ditempat yang sama ketika jenazah dikafankan sebelumnya.
