"Kill The Messenger"adalah judul sebuah film yang rilis tahun 2014 silam dengan tokoh utama Gerry Web yang diperankan Jeremy Renner. Web, seorang wartawan di media cetak San Jose Mercury News yang membongkar kartel narkoba lewat artikel investigasinya yang berjudul "Dark Aliance".
Singkat cerita, pihak-pihak yang terganggu dengan fakta yang diungkap Web pun berusaha menyudutkan Web. Caranya bukan dengan membantah "pesan" yang ditulis Web melainkan dengan "membunuh" karakter Web sebagai "pengantar pesan", mengungkap aib-aib lama Web ke publik hingga banyak orang (termasuk perusahaan tempat web bekerja) meragukan kebenaran artikel yang ditulis web dengan sendirinya.
Tanpa upaya pencarian fakta yang menyentuh substansi masalah kartel narkoba yang diungkap web, publik dengan mudah percaya "Dark Aliance" hanyalah karangan Web belaka bukan sebuah jurnalisme investigasi.
Belakangan ini, istilah "Kill The Messenger" menjadi lumayan populer, khususnya di kehidupan politik kita. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan upaya-upaya konspiratif yang "mirip" dengan apa yang dialami tokoh Gerry Web.
Jurus "Kill The Messenger" rupanya tak hanya berlaku di dunia politik saja, tak hanya dipakai oleh para politisi untuk menghabisi lawan politiknya. Tapi juga oleh para pengikut Dicky Zainal kepada komunitas HIW guna membendung fakta penyimpangan pemahaman Guru Utama LSBD Hikmatul Iman (Lanterha the Lemurian Meditation).
Fakta-fakta yang diungkap oleh HIW yang tak terbantahkan bak banjir bandang yang akan menerjang penyimpangan Dicky Zainal dan pengikutnya karena bersumber dari dokumentasi internal Dicky dan muridnya sendiri. Jurus "Kill The Messenger" pun menjadi andalan pengikut Dicky untuk menyelamatkan gurunya yang mengklaim sebagai GRAZDAVODA DRENTAGA sang penjaga alam semesta dengan segala kesaktiannya.
Nyaris tak satupun murid Dicky Zainal yang membantah fakta-fakta penyimpangan yang disampaikan HIW. Setelah gagal dengan jurus standardnya "Sudah tabayun, klarifikasi, diskusi langsung belum"? Karena faktanya, sudah banyak anggota HIW yang mendatangi langsung KD untuk tabayun, klarifikasi, atau apapun istilahnya namun KD sendiri yang menutup jalan diskusi.
Termasuk saat 14 orang mantan Wasdal HI yang notabenenya adalah lingkaran utama Dicky Zainal taubat dan kemudian bergerak bersama HIW membongkar pemahaman Dicky Zainal, banyak pengikut Dicky yang tidak juga terbuka matanya, padahal ke-14 mantan wasdal (termasuk diantaranya mantan ketua umum HI) orang yang lebih mengenal Dicky luar dalam.
Gagal membantah substansi masalah, jurus "Kill The Messenger pun segera dimulai. Beberapa jurus "Kill The Messenger" yang sering ditujukan untuk pengkritik Dicky Zainal :
1. Peruqyah takut tesaingi oleh Dicky, paska Ust. Perdana Akhmad,S.Psi mendatangi dicky untuk tabayun langsung.
2. HIW adalah kelompok anti tabayun, saat beberapa mantan murid HI menginisiasi berdirinya HIW.
3. HIW adalah Kelompok radikal dan takfiri, saat diketahui beberapa pegiat HIW bermanhaj salaf.
4. HIW adalah Kelompok anti NKRI, saat diketahui sbeberapa pegiat HIW adalah kader Hizbut Tahrir.
5. HIW adalah Antek Partai politik yang ingin menyebarkan arabi (bukan islami), saat diketahui beberapa pegiat HIW adalah kader PKS.
6. HIW dibiayai setara 10x APBN, entah ini dasarnya darimana???
7. HIW adalah haters, ketika banyak masyarakat umum yang bergabung mendukung HIW.
8. HIW adalah barisan sakit hati, pengkhianat yang gagal berbisnis di dalam HI, ketika 14 mantan wasdal menyatakan keluar dari HI dan mendukung perjuangan HIW.
9. Yang terakhir, melaporkan salahsatu admin HIW ke Polisi dengan delik "PENCEMARAN NAMA BAIK" dan "PELANGGARAN UU ITE". (paska pelaporan dicky zainal ke MUI Prov. Jabar oleh para mantan wasdal)
Dan anehnya pengikut dicky zainal begitu mudah percaya dengan tuduhan-tuduhan diatas tanpa tabayun, klarifikasi, atau diskusi sebagaimana yang sering mereka ulang-ulang pada Kami.
Setelah ini, apalagi yang akan dituduhkan Dicky Zainal?
Sederhana saja, apabila bukti berupa rekaman video, audio, capture chat, dll yang diungkap oleh HIW adalah hasil rekayasa, silakan buka dan bandingkan dengan data aslinya tanpa perlu berkoar-koar menuduh macam-macam.
Ingatlah, ALLAH SWT berfirman dalam Al-Quran :
“Dan Mereka Merancang (tipu daya), Allah juga merancang (membalas tipu daya), Dan ALLAH sebaik-baik Perancang (membalas tipu daya)” QS. Ali Imran : 54.
