FGD Expo 2011, tiba-tiba pikiran Saya melayang ke event yang sama 2 tahun lalu. Saat itu Saya masih berstatus sebagai mahasiswa. Sama seperti kebanyakan mahasiswa TGP lainnya, ajang FGD Expo merupakan ajang dua tahunan yang begitu dinanti bahkan kami rela sejak jauh hari sudah berburu tiket gratis, baik lewat pendaftaran online, atau mencari kenalan yang bisa memberikan tiket secara cuma-cuma, maklum harga tiketnya lumayan mahal terlebih bagi Kami mahasiswa TGP yang menggantungkan hidup dari orderan cetakan.
Begitu interest-nya Kami dengan ajang FGD Expo, tentu bukanlah karena SPG-nya yang cantik-cantik melainkan karena inilah event yang bisa membuka mata kami akan dunia grafika & industri kreatif di Indonesia. Disinilah Kami bisa menyaksikan langsung mesin-mesin cetak canggih terbaru dipamerkan dan diujicoba, mesin-mesin canggih yang menggambarkan betapa pesatnya perkembangan teknologi kegrafikaan, tentunya hal itu tidak pernah Kami dapatkan di ruang kelas.
Saya teringat pada sebuah boot pameran di FGD Expo 2009 yang membuat Saya berdecak kagum dan berusaha mengabadikan sebanyak-banyaknya foto yang bisa Saya ambil, ada sebuah perusahaan yang menampilkan mesin cetak offset web digital. Luar biasa, ucap Saya dalam hati. Karena yang Saya tahu saat itu, hanyalah mesin offset web (gulungan) dengan ukuran ekstra besar yang biasa digunakan pada pencetakan koran atau mesin cetak flekso yang digunakan untuk pencatakan kemasan, kedua mesin tersebut masih menggunakan sitem konvensional (bukan digital). Setelah membaca brosur, akhirnya Saya tahu mesin itu bernama HP Indigo Press WS4500, mesin canggih buatan Israel yang diperuntukkan untuk cetak kemasan & label dengan sistem pemasukan web (gulungan) dengan ukuran yang tidak terlalu besar. Sejak saat itu, Saya seperti terobsesi dengan mesin tersebut dan berniat meneliti mesin tersebut sebagai bahan Tugas Akhir Saya. Setelah mengiumpulkan referensi sebanyak-banyaknya, pada akhirnya niat Saya harus kandas karena masalah teknis yaitu satu-satunya mesin jenis tersebut di Indonesia hanya ada di Cikarang, sementara saat itu kondisi Saya tidak memungkinkan untuk praktik Industri yang jauh dari kampus. Saya begitu kecewa ketika gagal menjadikan mesin itu sebagai tema Tugas Akhir dan terpaksa beralih memilih mesin yang lain sebagai judul Tugas Akhir.
Tepat sepekan lalu FGD Expo 2011 telah berakhir, namun masih begitu tertinggal kesan yang mendalam dalam benak Saya disamping juga rasa lelah yang masih tertinggal dalam jasad yang empat hari berturut-turut hadir dalam event tersebut.
Selama empat hari penuh Saya berinteraksi dengan banyak pengunjung pameran, dari mereka para pengusaha grafika berkelas kecil hingga besar dan tentunya juga orang-orang seperti Saya dua tahun lalu yang hanya bisa terkagum-kagum (lebih tepatnya agak norak) menyaksikan sebuah teknologi canggih dibidang grafika dipamerkan. Bagi Saya, FGD Expo kali ini memang sangat berbeda dari FGD Expo 2009.
Setelah kecewa karena gagal mejadikan mesin HP Indigo sebagai judul Tugas Akhir, Saya tidak lantas berputus asa dan meninggalkan obsesi Saya untuk mempelajari kecanggihan teknologi cetak digital. Saat itu, Saya begitu yakin bahwa Allah telah menuliskan takdir hamba-Nya jauh sebelum hamba tersebut dilahirkan kedunia, tentunya Allah telah menentukan takdir yang terbaik bagi hamba-Nya, jadi tidak perlu berlarut-larut dalam kekecewaan. Akhirnya, Saya putuskan untuk beralih ke mesin lain yang lebih sederhana dan tentunya masih dalam lingkup tema teknologi cetak digital. Karena sebelumnya Saya telah banyak belajar dari informasi yang Saya kumpulkan tentang teknologi mesin HP Indigo tentunya Saya dapat dengan mudah mengerjakan Tugas Akhir dengan membahas mesin yang berteknologi lebih sederhana. Alhamdulillah! Saya bisa lulus sidang dengan cepat dan dengan nilai yang memuaskan, bahkan menjadi mahasiswa TGP keenam yang lulus sidang di bulan Juni tahun 2010 lalu.
Singkat cerita, ternyata benar bahwa Allah telah menyiapkan takdir terbaik-Nya. Saya memang tidak ditakdirkan praktik industri dan menjadikan mesin HP Indigo sebagai judul Tugas Akhir. Namun, Allah kini menakdirkan Saya bekerja sebagai seorang Application Engineer untuk mesin HP Indigo. Alhamdulillah, Kini Saya menjadi salahsatu dari dua orang yang bertanggungjawab men-support seluruh tipe mesin HP Indigo Press yang ada di Indonesia. Pekerjaan yang menuntut saya menguasai seluruh detail dari mesin tersebut, bukan hanya dalam hal troubleshooting hardware dan software namun juga memberikan solusi dalam mengoptimalkan segala inovasi pencetakan yang dapat dilakukan dengan mesin tersebut.
Pekerjaan ini pun memberikan Saya kesempatan berinteraksi dengan banyak pelaku industi grafika dari skala kecil-hingga menengah yang tentunya menambah daftar relasi Saya. Bukan hanya itu saja, tiga bulan lalu Saya berkesempatan berkunjung ke HP Indigo Training Center untuk wilayah Asia Pasific dan Jepang yang betempat di singapura, dan tentunya berkesempatan berinteraksi dan menjalin komunikasi secara intens dengan banyak rekan lintas negara, sesuatu yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.
FGD Expo 2011, kini Saya bukanlah seorang mahasiswa yang memandang kagum pada kecanggihan teknologi sebuah mesin, namun telah menjadi bagian dari teknologi tersebut. Bukan lagi mahasiswa yang bertanya ini dan itu, namun telah menjadi seorang yang menjawab semua pertanyaan tersebut.
CATATAN: Tulisan ini dipersembahkan untuk seluruh rekan microteach-TGP, jangan pernah berputus asa dari takdir terbaik yang Allah telah tuliskan bagi kita. Semoga menginspirasi.
