Sunday, 15 May 2011

Electrophotography pada mesin HP Indigo Press

Electrophotography merupakan teknologi cetak yang paling banyak diterapkan pada mesin cetak digital. Berawal dari penelitian Chester Carlson pada tahun 1939 dan selesai pada tahun 1942 yang merupakan sejarah electrophotography (Helmutt Kipphan, 2001, Handbook of Print Media; hlm. 689). Teknologi ini memanfaatkan perbedaan tegangan listrik dalam pencitraan gambarnya.

Proses Electrophotography terdiri dari tiga tahapan utama yaitu,
  1. pembuatan/pencitraan gambar (imaging),
  2. penintaan  (developing),
  3. pencetakan (ink / toner transfer).
Selain ketiga tahapan utama tersebut diatas, ada pula tahapan lainnya yang mungkin pula diterapkan pada mesin cetak digital. antara lain,
  1. pemantapan (fixing / toner fusing)
  2. pembersihan & pengkondisian kembali (cleaning & reconditioning)
Lima tahapan diatas pada prinsipnya terdapat  pada semua mesin cetak digital dengan teknologi Electrophotography, namun dikarenakan masing-masing produsen mesin cetak pastinya memiliki konfigurasi mesin yang khas dan membedakannya dari mesin yang lain adakalanya penerapan kelima tahapan diatas akan berbeda antara satu produsen mesin cetak digital dengan lainnya.

Mesin HP Indigo Press merupakan salahsatu mesin yang menerapkan teknologi Electrophotography dengan konsep sangat mirip Offset konvensional, yakni menggunakan silinder (drum). Seperti halnya pada mesin offset konvensional yang memiliki 3 buah silinder (silinder acuan, silinder blanket, dan silinder tekan), Mesin HP Indigo Press pun memiliki tiga buah drum yang kegunaannya sangat mirip dengan silinder yang terdapat pada mesin offset konvensional, yaitu;

  1. PIP Drum (Photo Imaging Plate Drum), Drum ini berfungsi sebagai tempat melekatnya acuan cetak. Perbedaannya terletak pada jenis acuan yan digunakan bukanlah plat cetak permanen sebagaimana offset konvensional, melainkan PIP yaitu lembaran foil peka cahaya. PIP diberikan muatan negatif (-) oleh Scorotron (Charging Corona Unit), kemudian Writing Head akan menembakkan Sinar Laser yang men-discharge permukaan PIP yang bermuatan negatif berdasarkan data digital hasil RIP-ing yang tersimpan di Writing Head. Pada area yang ter-discharge kemudian akan terbentuk Latent Image. Latent Image yang terbentuk kemudian akan diberikan tinta oleh  BID (Binary Ink Development).
  2. ITM Drum (Image Transfer Mediet Drum), pada ITM Drum ini terpasang sebuah  Blanket (selimut kain karet), segera setelah PIP mendapatkan tinta, Image yang terbentuk akan dipindahkan ke Blanket. Proses pemindahan tinta ke kain karet ini disebut First Transfer.
  3. Impression Drum, Prosesnya selanjutnya setelah First Transfer adalah pemindahan image ke media cetak (substrate) dengan bantuan Impression Drum, pemindahan ini disebut proses Second Transfer. Impression Drum inilah yang membedakan mesin HP Indigo Press dengan mesin digital lainnya sebab melibatkan proses impresi (tekanan) dalam proses pencetakannya. Proses impresi ini yng menyebabkan hasil cetakan mesin HP Indigo Press memiliki kualitas yang sangat mirip offset karena pada pencetakannya memungkinkan terjadinya Dot Gain (pembesaran raster) sebagaimana terjadi pula pada pencetakan offset.
Agar lebih mudah dimengerti, perhatikan video dibawah ini;



Kontak

Tetap terhubung dengan Saya


Alamat Rumah

Jl. Kramat, No.42, Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur 13810

Nomor Ponsel

+(62) 838 1365 1836

Website

www.sulaemansaleh.my.id